Ranah Pesisir, RW – Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di Mesjid Istiqlal, Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Senin (23/2/2026), menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, persoalan pembangunan kembali Jembatan Pelangai menjadi sorotan utama.
Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Dapil IV, Novermal Yuska, secara terbuka menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan jembatan tersebut pada tahun ini.
Sebagai putra asli Ranah Pesisir, Novermal mengaku merasakan langsung dampak kerusakan jembatan akibat banjir yang terjadi tahun lalu. Infrastruktur itu selama ini menjadi akses vital penghubung aktivitas warga.

Ia menjelaskan, sedikitnya 500 kepala keluarga harus menyeberangi sungai demi mencapai Kantor Wali Nagari maupun fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut tentu menyulitkan, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak sekolah.
Tak hanya itu, sekitar 200 kepala keluarga yang tinggal di seberang sungai terpaksa menggunakan perahu karet sebagai alat transportasi utama. Situasi ini dinilai berisiko tinggi, terutama saat cuaca buruk dan debit air meningkat.
Menurut Novermal, keberadaan jembatan tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga menyangkut roda perekonomian masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menjadi terhambat sejak akses tersebut terputus.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak warga Pelangai. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini sangat dinantikan masyarakat. Kami di DPRD tentu mendukung penuh agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana,” ujarnya di hadapan jamaah Safari Ramadan.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dalam kesempatan yang sama memastikan pembangunan kembali jembatan akan direalisasikan tahun 2026. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar.
Kepastian tersebut disambut antusias warga yang hadir. Mereka berharap proses pembangunan dapat segera dimulai agar akses kembali normal.
Novermal menegaskan bahwa DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Ia ingin memastikan kualitas konstruksi jembatan memenuhi standar teknis yang aman dan tahan lama.
Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan matang agar jembatan baru memiliki daya tahan lebih baik terhadap potensi banjir di masa depan. Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari desain pembangunan.
Safari Ramadan itu turut dihadiri jajaran kepala OPD dan tokoh masyarakat setempat. Dialog antara pemerintah dan warga berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan.
Menurut Novermal, forum seperti ini sangat efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Pemerintah dapat mendengar kebutuhan riil warga tanpa perantara.
Ia menyebut pembangunan infrastruktur pedesaan harus menjadi prioritas berkelanjutan. Akses jalan dan jembatan merupakan fondasi utama peningkatan kesejahteraan nagari.
Bupati Hendrajoni dalam arahannya juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah berbasis kebutuhan masyarakat. Infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini.
Selain Jembatan Pelangai, pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap infrastruktur lain yang terdampak bencana. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Novermal berharap proses lelang dan pengerjaan fisik jembatan dapat berjalan tanpa hambatan administratif. Transparansi dalam setiap tahapan sangat diperlukan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan dengan menjaga situasi yang kondusif. Partisipasi warga akan mempercepat keberhasilan proyek tersebut.

Bagi masyarakat Pelangai, kepastian anggaran Rp5 miliar menjadi angin segar setelah berbulan-bulan menghadapi keterbatasan akses. Harapan akan kemudahan mobilitas kini kembali tumbuh.
Novermal menilai pembangunan jembatan ini akan berdampak luas terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Infrastruktur yang memadai akan mendorong aktivitas masyarakat lebih produktif.
Sebagai wakil rakyat Dapil IV, ia berkomitmen terus mengawal perkembangan proyek hingga tuntas. Setiap progres akan dipantau agar sesuai target waktu dan mutu pekerjaan.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar pembangunan Jembatan Pelangai menjadi simbol kebangkitan Ranah Pesisir pascabencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, akses yang sempat terputus diyakini akan kembali menghubungkan harapan dan masa depan warga.



















