81 Tahun Merdeka, Lisda Hendrajoni: Kemerdekaan Harus Dirasakan Perempuan dalam Bentuk Kecerdasan dan Kesejahteraan

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR SELATAN, RW — Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak sebatas terbebas dari penjajahan.

Menurut Lisda, kemerdekaan harus diisi dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi bagaimana setiap warga negara memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan berkembang secara mandiri,” ujar Lisda dalam refleksinya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Lisda, perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan. Perempuan tidak hanya menjadi bagian penting dalam keluarga, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal itu terlihat dari banyaknya perempuan yang menjalankan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menopang perekonomian keluarga.

“Ketika perempuan memiliki ilmu, pengetahuan dan keterampilan, mereka bisa mengambil peran lebih besar, termasuk dalam memperkuat ekonomi keluarga dan UMKM,” katanya.

Kemerdekaan bukan sekadar simbol

Lisda menilai kemerdekaan akan kehilangan makna apabila masih terdapat masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan, pekerjaan dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.

Baca Juga :  Lisda Hendrajoni Dinobatkan Sebagai Ibunda Guru Pesisir Selatan.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI menurut dia harus menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Terlebih, amanat menciptakan kesejahteraan rakyat telah ditegaskan dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian nasional sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Semangat Pasal 33 adalah bagaimana kekayaan dan perekonomian bangsa digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan amanat konstitusi tersebut,” ujar Lisda.

Perempuan menghadapi tantangan baru

Menurut Lisda, tantangan perempuan pada era kemerdekaan saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi para pejuang pada masa lalu.

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan, kini perjuangan dilanjutkan melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, penguatan ekonomi dan penguasaan teknologi.

Perempuan, kata dia, harus dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut.

“Perempuan harus cerdas, kreatif, kritis dan inovatif. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat,” katanya.

Lisda juga menyoroti pentingnya literasi digital. Menurut dia, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang baru bagi perempuan, termasuk dalam mengembangkan usaha.

Baca Juga :  Wujudkan Pessel Bebas Sampah, Bupati Pessel Sambangi KLHK: Sesuai Target dan Arahan Presiden Prabowo.

Penguasaan teknologi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran, meningkatkan produktivitas hingga mendapatkan akses informasi yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan masyarakat dan program-program yang dapat meningkatkan kapasitas perempuan.

Dari keluarga untuk ekonomi bangsa

Lisda menilai pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai terhadap pembangunan.

Perempuan yang memiliki pendidikan dan kemampuan ekonomi, kata dia, akan lebih mampu membangun keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat kemudian lahir generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

“Ketika seorang ibu cerdas dan sejahtera, fondasi utama keluarga dan karakter generasi penerus bangsa akan terbangun dengan kokoh,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan program pembangunan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Lisda, selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program tersebut juga dapat membuka ruang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi.

Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan manfaat sosial, tetapi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata

Baca Juga :  Wali Siswa Adukan Layanan Administrasi SMA N 2 Tarusan ke Dinas Pendidikan

Lisda menegaskan, generasi saat ini memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui cara yang berbeda.

“Para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata untuk merebut kemerdekaan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, kerja keras, inovasi dan membangun kesejahteraan,” katanya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata.

Menurut dia, Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur tidak akan terwujud hanya melalui slogan. Cita-cita tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan.

“Menjadi perempuan cerdas dan sejahtera bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Ketika perempuan maju, keluarga ikut maju, masyarakat ikut kuat dan pada akhirnya Indonesia juga semakin maju,” kata Lisda.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Indonesia.

“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” tutupnya. (Bee)

Berita Terkait

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan
Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail
Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar
Lisda Hendrajoni Tutup Pickleball Cup I 2026, Siap Naik Kelas Jadi Turnamen Nasional Tahun Depan
Bawa Nama Pessel ke Tingkat Nasional, Pelajar SMAN 3 Painan Dapat Suntikan Semangat dari Lisda-Hendrajoni
Dari Cerita tentang Keluarga, GOW Pessel Tanamkan Keberanian dan Kreativitas Anak
Gunakan Busana Adat Anak Daro, Lisda Hendrajoni Hadiri Upacara HUT Ke-81 RI di Painan
Bank Nagari Painan Serahkan CSR Pendidikan Rp120 Juta kepada Pemkab Pesisir Selatan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

Rabu, 9 September 2026 - 06:15 WIB

Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail

Rabu, 9 September 2026 - 06:03 WIB

Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Lisda Hendrajoni Tutup Pickleball Cup I 2026, Siap Naik Kelas Jadi Turnamen Nasional Tahun Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Bawa Nama Pessel ke Tingkat Nasional, Pelajar SMAN 3 Painan Dapat Suntikan Semangat dari Lisda-Hendrajoni

Berita Terbaru