Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RW  — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, menyoroti persoalan akurasi pendataan sosial menyusul munculnya nama anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba, dalam kelompok Desil 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Lisda menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius karena menunjukkan masih adanya persoalan dalam proses pendataan dan pemutakhiran data sosial yang menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.

“Kalau seorang anggota DPR RI bisa tercatat masuk Desil 4, tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi kita mengenai akurasi pendataan. Ini harus segera dievaluasi dan ditelusuri, di mana letak persoalannya,” kata Lisda.

Menurut legislator asal Sumatera Barat itu, persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada satu nama atau satu daerah saja. Pemerintah perlu menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan pengecekan lebih luas terhadap kualitas dan akurasi DTSEN di berbagai daerah.

Lisda mengingatkan, kesalahan pendataan dapat berdampak langsung terhadap masyarakat. Persoalannya menjadi lebih serius apabila warga yang secara ekonomi sebenarnya mampu justru tercatat sebagai kelompok yang berhak mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  Bawa Nama Pessel ke Tingkat Nasional, Pelajar SMAN 3 Painan Dapat Suntikan Semangat dari Lisda-Hendrajoni

Sebaliknya, masyarakat miskin, lanjut Lisda, yang benar-benar membutuhkan perlindungan negara jangan sampai justru tercecer dari pendataan sehingga tidak memperoleh bantuan yang seharusnya menjadi hak mereka.

“Yang paling kita khawatirkan adalah jangan sampai persoalan serupa juga terjadi di tempat lain. Mereka yang sebenarnya tidak berhak justru masuk dalam kelompok penerima atau sasaran bantuan, sementara masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas malah tidak terdata atau tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Karena itu, Lisda meminta pemerintah bersama kementerian dan pemerintah daerah terkait melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala serta memastikan proses tersebut berjalan hingga ke tingkat paling bawah.

Menurutnya, kualitas data merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Sebagus apa pun program yang disiapkan, hasilnya tidak akan optimal apabila data yang menjadi dasar penyaluran masih bermasalah.

Lisda juga menilai pemerintah daerah memiliki peran penting karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat paling mudah diketahui dari tingkat nagari/desa dan kelurahan. Mekanisme verifikasi dari bawah harus diperkuat agar perubahan kondisi masyarakat dapat segera tercatat.

Baca Juga :  Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat ke Menteri Sosial, Bupati Pessel: Wujudkan Pessel “Zero” Anak Putus Sekolah.

“Data sosial itu dinamis. Ada masyarakat yang kondisi ekonominya membaik, ada pula yang mengalami penurunan. Karena itu pemutakhiran tidak boleh hanya menjadi pekerjaan administratif, tetapi harus benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” tegas Lisda.

Ia berharap kasus tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar koreksi terhadap data satu orang. Menurut Lisda, yang jauh lebih penting adalah memastikan tidak terdapat masyarakat miskin dan kelompok rentan yang kehilangan kesempatan memperoleh bantuan akibat ketidakakuratan data.

“Ini menyangkut hak masyarakat. Jangan sampai karena persoalan data, bantuan negara justru tidak sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Lisda menegaskan Komisi VIII DPR RI akan terus mendorong perbaikan tata kelola perlindungan sosial, termasuk memastikan sistem pendataan semakin akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tujuan akhirnya sederhana, bantuan sosial harus tepat sasaran. Yang berhak harus mendapatkan, sementara yang sudah tidak memenuhi kriteria harus diperbaiki datanya. Dengan begitu, anggaran negara benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Lisda. (Bee)

Baca Juga :  Usulan Lisda Hendrajoni, Tiga Jembatan di Pesisir Selatan Segera Dibangun BNPB RI

Berita Terkait

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan
Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar
Lisda Hendrajoni Tutup Pickleball Cup I 2026, Siap Naik Kelas Jadi Turnamen Nasional Tahun Depan
Bawa Nama Pessel ke Tingkat Nasional, Pelajar SMAN 3 Painan Dapat Suntikan Semangat dari Lisda-Hendrajoni
81 Tahun Merdeka, Lisda Hendrajoni: Kemerdekaan Harus Dirasakan Perempuan dalam Bentuk Kecerdasan dan Kesejahteraan
Gunakan Busana Adat Anak Daro, Lisda Hendrajoni Hadiri Upacara HUT Ke-81 RI di Painan
Menuju LCC 4 Pilar Nasional, Tim SMAN 3 Painan Dapat Dukungan Penuh dari Lisda Hendrajoni
Ribuan Siswa Terancam Tak Terima PIP, Lisda Hendrajoni: Saya Akan Perjuangkan Hingga Pusat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

Rabu, 9 September 2026 - 06:15 WIB

Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail

Rabu, 9 September 2026 - 06:03 WIB

Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Lisda Hendrajoni Tutup Pickleball Cup I 2026, Siap Naik Kelas Jadi Turnamen Nasional Tahun Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Bawa Nama Pessel ke Tingkat Nasional, Pelajar SMAN 3 Painan Dapat Suntikan Semangat dari Lisda-Hendrajoni

Berita Terbaru