Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

Penulis -

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAINAN, PESISIR SELATAN — Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr. mengajak masyarakat terus memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dengan menjadikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Lisda Hendrajoni dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Memperkokoh Kebangsaan, Merawat Persatuan, Menguatkan Demokrasi” yang digelar di Painan Convention Center (PCC), Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (15/9/2026).

Lisda mengatakan, Empat Pilar MPR RI tidak cukup hanya diketahui dan dihafalkan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dan tercermin dalam perilaku masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, kehidupan sosial hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus kita hidupkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial harus benar-benar tercermin dalam kehidupan masyarakat,” kata Lisda.

Menurutnya, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara sekaligus pedoman nilai yang mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya, bahasa dan adat istiadat yang beragam.

Baca Juga :  Bupati Hendrajoni Tinjau Kerusakan Infrastruktur di Lengayang dan Ranah Pesisir

Karena itu, Lisda mengingatkan masyarakat agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Indonesia besar karena keberagamannya. Kita boleh berbeda suku, agama, pandangan maupun latar belakang, tetapi ketika berbicara tentang kepentingan bangsa, kita adalah satu, Indonesia,” ujarnya.

Lisda juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara. Konstitusi menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara sekaligus memberikan jaminan terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara.

Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga penyelenggaraan kekuasaan negara harus berjalan berdasarkan konstitusi dan aturan hukum. Prinsip kesetaraan setiap warga negara di hadapan hukum juga harus terus dijaga.

“Konstitusi memastikan kekuasaan negara berjalan dalam koridor hukum. Pada saat yang sama, masyarakat juga harus memahami bahwa sebagai warga negara kita memiliki hak sekaligus kewajiban yang harus dilaksanakan secara bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, terkait NKRI, Lisda menegaskan bahwa menjaga keutuhan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Baca Juga :  Lisda Hendrajoni: Jangan Cari Masalah Baru! Skema Kuota Haji Bisa Mengacaukan Banyak Daerah

Menurut Lisda, semangat menjaga NKRI dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dengan memperkuat solidaritas, menghargai perbedaan, serta menolak berbagai bentuk intoleransi dan kekerasan yang berpotensi merusak persatuan.

“Berbeda bukan alasan bagi kita untuk terpisah. Justru keberagaman itulah kekuatan bangsa ini ketika kita dipersatukan oleh cita-cita yang sama untuk Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,” tegasnya.

Lisda turut menyoroti pentingnya semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial. Masyarakat, khususnya generasi muda, diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya maupun konten yang berpotensi memecah belah.

Ia mengajak masyarakat membangun budaya dialog ketika menghadapi perbedaan pendapat. Demokrasi, menurutnya, harus tumbuh melalui sikap saling menghargai, mengedepankan musyawarah dan kesediaan mendengarkan pandangan orang lain.

“Persatuan bukan berarti kita harus menjadi sama. Persatuan adalah kemampuan kita untuk tetap berjalan bersama meskipun memiliki perbedaan. Inilah semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus kita rawat,” kata Lisda.

Menurutnya, tantangan kebangsaan juga terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan derasnya pertukaran informasi. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan harus semakin diperkuat, termasuk melalui penggunaan media sosial secara bijak, tidak menyebarkan informasi bohong serta tidak ikut memperbesar narasi kebencian dan perpecahan.

Baca Juga :  Bupati Hendrajoni Groundbreaking Lanjutan Pasar Surantih, Pembangunan Sempat Tertunda 5 Tahun

Lisda berharap Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Painan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin nilai-nilai yang disampaikan dapat dibawa pulang dan diterapkan peserta dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.

“Kalau Pancasila kita hidupkan, konstitusi kita hormati, NKRI kita jaga dan Bhinneka Tunggal Ika kita rawat, saya yakin persatuan bangsa ini akan semakin kokoh. Demokrasi juga akan semakin kuat karena dibangun di atas rasa saling menghormati dan kepentingan bersama,” tutup Lisda.

Berita Terkait

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif
Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit
Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan
Bupati Hendrajoni Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Hendro Kurniawan Isi Jabatan Sekretaris Diskominfo Pessel
Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan

Berita Terbaru