Pesisir Selatan, RW – Suasana sakral menyelimuti kawasan Gudang Garam Muaro Sakai, Inderapura, saat Upacara Adat Ptang Balimau digelar menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Ketua DPRD Kabupaten Pesisr Selatan, Darmansyah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran pimpinan legislatif ini menjadi simbol dukungan terhadap tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Ptang Balimau merupakan warisan budaya yang terus dijaga hingga kini.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin alim ulama. Lantunan doa menggema, memohon keberkahan menjelang bulan suci.
Prosesi adat dilanjutkan dengan petuah ninik mamak yang sarat pesan moral. Nilai kebersamaan dan persatuan ditekankan dalam setiap wejangan.
Balimau sebagai simbol penyucian diri menjadi puncak prosesi. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin menyambut Ramadan.
Darmansyah terlihat menyatu dengan masyarakat, mengenakan pakaian adat Minangkabau. Ia mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan penuh khidmat.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat masyarakat menjaga adat istiadat. Ia menilai tradisi seperti ini memperkuat identitas daerah.
Menurutnya, budaya dan agama adalah fondasi kokoh kehidupan masyarakat Pesisir Selatan. Keduanya harus terus berjalan beriringan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri. Perbaikan akhlak dan peningkatan ibadah menjadi fokus utama.
Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Kebersamaan yang tercipta mempererat silaturahmi antarwarga.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang bertukar pikiran antara masyarakat dan wakil rakyat. Darmansyah mendengarkan aspirasi secara langsung.

Ia menegaskan DPRD akan terus mendukung pelestarian budaya daerah. Tradisi adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya.
Selain adat, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang menyejukkan. Penceramah mengajak masyarakat memaksimalkan ibadah selama Ramadan.
Nilai gotong royong tampak dalam persiapan hingga pelaksanaan acara. Semua elemen masyarakat berperan aktif.
Kolaborasi tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah menciptakan harmoni sosial. Sinergi ini dinilai penting menjaga stabilitas daerah.
Darmansyah menilai kegiatan adat bukan sekadar seremoni. Ada nilai pendidikan karakter yang kuat di dalamnya.
Ia berharap generasi muda ikut terlibat aktif agar warisan leluhur tetap terjaga. Pendidikan berbasis budaya dinilai sangat relevan.
Kehadiran Ketua DPRD juga menunjukkan kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat. Ia ingin selalu hadir dalam momentum penting warga.
Acara berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Pengamanan yang baik membuat kegiatan berjalan lancar.
Di akhir kegiatan, doa kembali dipanjatkan sebagai penutup. Harapan akan Ramadan yang damai dan penuh berkah menjadi doa bersama.
Masyarakat menyambut baik kehadiran pimpinan DPRD tersebut. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai.
Tradisi Ptang Balimau di Inderapura kembali membuktikan kekuatan budaya lokal. Nilai adat dan Islam menyatu dalam harmoni.

Dengan semangat kebersamaan itu, warga Inderapura menyongsong Ramadan 1447 H dengan hati bersih dan tekad kuat. Darmansyah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan masyarakat demi terwujudnya Pesisir Selatan yang religius dan berbudaya.



















