Pesisir Selatan Jadi Pilot Project Program Pengimbasan Training of Trainer Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025

Penulis -

Jumat, 21 November 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

i

Screenshot

PESISIR SELATAN, RW — Kabupaten Pesisir Selatan resmi menjadi pilot project Program Pengimbasan Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025. Penunjukan ini menegaskan komitmen untuk membuka akses pembelajaran agama yang lebih inklusif bagi anak penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu.

Program tersebut dirancang untuk memberikan metode pembelajaran Al-Qur’an yang dapat diakses melalui pendekatan bahasa isyarat. Metode ini memungkinkan siswa tuna rungu memahami bacaan Al-Qur’an melalui visualisasi gerakan dan sistem komunikasi nonverbal yang terstruktur.

Al-Qur’an Isyarat kini berkembang menjadi salah satu inovasi pendidikan nasional dalam pengajaran agama bagi penyandang disabilitas. Metode ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan pengajaran konvensional yang sulit dijangkau siswa dengan hambatan pendengaran.

Pelaksanaan ToT digelar selama dua hari, tepatnya pada 21-22 November, dengan melibatkan 30 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Pesisir Selatan. Para peserta mengikuti sesi pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pengajaran berbasis isyarat.

Dalam pelatihan tersebut, fasilitator memberikan pendampingan terkait standar gerakan, teknik penyampaian materi, serta cara mengadaptasi ayat-ayat Al-Qur’an agar lebih mudah dipahami oleh siswa tuna rungu.

Baca Juga :  Festival Kesenian Tradisi Kabupaten Pesisir Selatan, Akan digelar 17-8 Mei 2025.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Wilayah Pesisir Selatan, Muslim Arif. Ia menyambut baik terpilihnya Pesisir Selatan sebagai daerah percontohan untuk metode pembelajaran berbasis inklusi ini.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Baznas yang turut mendukung penyelenggaraan program tersebut dan menjadikan daerah itu sebagai model awal pelaksanaan.

Muslim Arif menilai program ini memiliki dampak besar khususnya bagi guru SLB yang selama ini menghadapi keterbatasan perangkat pembelajaran Al-Qur’an untuk siswa disabilitas.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru yang mengajar di SLB sehingga anak-anak yang memiliki keterbatasan tetap bisa mengenal dan belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, PIC Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025, Galih Sudiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan menghadirkan narasumber profesional dari Jakarta serta fasilitator yang telah bersertifikasi di tingkat nasional.

Ia menambahkan bahwa pelatihan selama dua hari tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman teknis dan penguasaan metode Al-Qur’an Isyarat secara sistematis.

“Kegiatan ini mendatangkan narasumber dari Jakarta serta fasilitator yang telah bersertifikasi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Wali Siswa Adukan Layanan Administrasi SMA N 2 Tarusan ke Dinas Pendidikan

Salah satu peserta pelatihan, Cendra, menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan pengajaran di SLB, mengingat tingginya minat siswa tuna rungu terhadap pembelajaran Al-Qur’an.

“Kegiatan ini sangat baik, karena minat anak-anak Pesisir Selatan cukup tinggi untuk mempelajari kitab suci Al-Qur’an meski dengan keterbatasan,” tuturnya.

Program ini memberikan harapan baru bagi pengembangan pendidikan agama yang adil dan merata bagi seluruh peserta didik di Pesisir Selatan.

Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat, sehingga pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas semakin mudah diakses. (Bee)

Berita Terkait

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif
Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit
Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan
Bupati Hendrajoni Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Hendro Kurniawan Isi Jabatan Sekretaris Diskominfo Pessel
Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan

Berita Terbaru