Masyarakat Lengayang Bergerak Bersama: Dari Senam Sehat Hingga Deklarasi Cegah Stunting

Penulis -

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lengayang, RW – Lapangan Talago Harapan Kecamatan Lengayang berubah menjadi lautan manusia pada Jum’at (24/10) pagi. Warga dari berbagai nagari berkumpul sejak matahari belum tinggi. Mereka datang bukan sekadar untuk berolahraga, tetapi untuk mengambil bagian dalam Gerakan Masyarakat Cegah Stunting, sebuah langkah nyata menuju masa depan anak-anak yang lebih sehat.

Irama musik senam menggema, diiringi tawa dan semangat peserta. Gerakan-gerakan ringan menjadi simbol bahwa mencegah stunting bisa dimulai dari hal sederhana—dari kebiasaan hidup sehat yang dilakukan bersama.

Setelah senam sehat, masyarakat berbondong-bondong mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Pos-pos medis yang disiapkan Dinas Kesehatan penuh oleh ibu-ibu dan lansia yang ingin memeriksa tekanan darah, gula darah, hingga status gizi anak mereka.

Bagi sebagian warga, kesempatan ini terasa istimewa. Tak semua nagari memiliki akses mudah ke layanan kesehatan, sehingga kegiatan seperti ini benar-benar dinanti.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan penampilan drama edukatif bertema “Cegah Stunting Sejak Dini.” Dengan bahasa yang ringan dan adegan yang menyentuh, para pemain mengajak masyarakat memahami pentingnya asupan gizi dan perawatan sejak masa kehamilan.

Baca Juga :  Siswa SMA 3 Painan Raih Juara 2 Nasional dalam Lomba Essay Presentation di Bali, Lisda Hendrajoni: Bukti Pelajar Pesisir Selatan Miliki Potensi.

Drama itu ditutup dengan tepuk tangan panjang. Banyak penonton yang mengaku baru benar-benar mengerti bahwa stunting bukan sekadar masalah tubuh pendek, tapi cerminan gizi dan pola asuh yang harus diperbaiki sejak awal.

Tak hanya edukatif, kegiatan ini juga membawa kebahagiaan lain: penyerahan bantuan bedah rumahbagi keluarga kurang mampu. Bantuan ini menjadi bukti bahwa penanggulangan stunting juga terkait erat dengan kesejahteraan dan kondisi sosial masyarakat.

Momen haru terlihat ketika simbolis kunci rumah diserahkan kepada penerima. Di tengah tepuk tangan warga, kebahagiaan sederhana itu menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah bagian penting dari pembangunan manusia.

Acara kemudian berlanjut dengan Deklarasi Gerakan Cegah Stunting oleh seluruh unsur masyarakat Lengayang. Kepala nagari, pemuda, kader Posyandu, hingga pelajar, satu per satu menandatangani komitmen bersama.

“Ini bukan sekadar tanda tangan, tapi janji untuk menjaga generasi kita,” ucap salah satu tokoh masyarakat yang turut serta.

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Agustina Rahmadhani, dalam sambutannya menyampaikan optimisme. Menurutnya, upaya menurunkan angka stunting dan kematian ibu telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Baca Juga :  Sembako Murah Meriah di Lengayang, Warga Sambut Antusias Hari Pangan Sedunia

“Dari hasil penimbangan massal bulan Februari, jumlah anak stunting kita 2.281 orang. Namun pada Agustus, sudah menurun menjadi 2.113 orang. Ini hasil kerja keras semua pihak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan adalah sinergi dan kesadaran masyarakat. Pemerintah hanya dapat memfasilitasi, tapi perubahan sejati terjadi ketika masyarakat terlibat langsung.

Program ini juga sejalan dengan lima program Pro Rakyat Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, yakni Nagari Sehat, Nagari Kanyang, Nagari Pandai, Nagari Mengaji, dan Nagari Sejahtera. Semua diarahkan untuk membangun nagari yang kuat dari sisi kesehatan dan sosial.

Sementara itu, Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, menegaskan bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga. Ia menyebut keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun generasi sehat.

“Memberikan ASI eksklusif, memastikan makanan bergizi, dan memperhatikan tumbuh kembang anak adalah langkah sederhana tapi berdampak besar,” katanya.

Lisda menambahkan, PKK berperan aktif membantu keluarga melalui edukasi di Posyandu, pembinaan kader, serta advokasi gizi masyarakat. “Kader PKK dan Posyandu adalah ujung tombak. Tanpa mereka, program ini tak akan berjalan sebaik ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Pesisir Selatan Mulai Proses Rehabilitasi Rumah Korban Banjir dan Longsor

Sebagai bentuk apresiasi, ia mengumumkan bahwa tahun depan akan diberikan penghargaan bagi nagari yang berhasil mencapai angka nol stunting. Kebijakan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh nagari di Pesisir Selatan.

Kegiatan di Lengayang ini terasa bukan sekadar acara seremonial, tapi perwujudan nyata dari kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Setiap elemen mengambil peran: dari tenaga kesehatan yang turun langsung, hingga kader PKK yang menggerakkan keluarga-keluarga muda.

Di tengah upaya menurunkan angka stunting, acara ini juga menyampaikan pesan moral yang kuat: perubahan besar dimulai dari tindakan kecil, dari dapur dan meja makan keluarga.

Langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan, memberikan ASI, atau menyediakan lauk bergizi di rumah bisa menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan anak.

Dan ketika senja turun di Lengayang, semangat itu tetap menyala. Di wajah warga tersimpan kebanggaan baru—bahwa mereka bukan hanya penerima program, tetapi juga pelaku perubahan.

Dari Lengayang, gerakan kecil itu bergaung ke seluruh Pesisir Selatan: “Cegah Stunting, Selamatkan Generasi!”

Berita Terkait

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif
Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit
Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan
Bupati Hendrajoni Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Hendro Kurniawan Isi Jabatan Sekretaris Diskominfo Pessel
Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan

Berita Terbaru