Pesisir Selatan, RW — Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah, menunjukkan komitmen lembaga legislatif terhadap penguatan pemerintahan nagari dengan menghadiri langsung pelantikan 24 Wali Nagari terpilih hasil Pemilihan Wali Nagari Serentak 2025. Kehadiran tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan politik dan moral bagi pemerintahan nagari.
Pelantikan para wali nagari dilaksanakan oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, S.H., M.H., Datuak Bandaro, di Gedung Pemda Basa Ampek Balai Tapan, Kecamatan BAB Tapan, Selasa (06/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat.
Selain pimpinan DPRD, pelantikan juga dihadiri Wakil Bupati, unsur Forkopimda, para camat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga wali nagari yang dilantik. Gedung Pemda tampak dipenuhi undangan dari berbagai unsur.
Sebanyak 24 wali nagari yang dilantik berasal dari enam kecamatan di Daerah Pemilihan Lima, yakni Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang, Silaut, Pancung Soal, dan Airpura. Mereka akan mengemban amanah kepemimpinan nagari selama delapan tahun.
Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menegaskan peran strategis wali nagari sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Ia menilai keberhasilan pemerintah daerah sangat ditentukan oleh kinerja pemerintahan nagari.
Bupati meminta agar seluruh wali nagari menjalankan tugas sesuai aturan perundang-undangan serta menjunjung tinggi nilai adat dan kearifan lokal. Menurutnya, pemerintahan nagari harus berjalan seiring antara aturan formal dan norma sosial masyarakat.
Hendrajoni juga memberikan penekanan khusus pada pengelolaan keuangan nagari. Ia mengingatkan agar setiap penggunaan dana nagari dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Sebagai bupati, saya tidak ingin mendengar ada wali nagari yang berurusan dengan hukum. Hati-hati dalam mengambil keputusan dan menggunakan anggaran,” tegasnya.

Ia berharap para wali nagari benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Kepemimpinan nagari diharapkan menghadirkan rasa aman, adil, dan sejahtera.
Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi antara nagari, kecamatan, dan kabupaten. Komunikasi yang baik diyakini akan mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Pilwana Serentak 2025. Ia menilai proses demokrasi di tingkat nagari telah berjalan dengan baik.
Menurut Darmansyah, pelantikan ini menjadi titik awal bagi penguatan pemerintahan nagari yang memiliki legitimasi kuat dari masyarakat. Ia berharap para wali nagari mampu menjaga kepercayaan tersebut.
Darmansyah menegaskan DPRD siap mendukung pemerintahan nagari melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia mengajak wali nagari untuk tidak ragu berkoordinasi dengan DPRD.
Kehadiran pimpinan DPRD tersebut disambut positif oleh para wali nagari. Mereka menilai sinergi eksekutif dan legislatif akan memperkuat posisi nagari dalam pembangunan daerah.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, S.Ag., M.M., M.H., turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wali nagari yang baru dilantik. Ia menilai Pilwana Serentak sebagai wujud demokrasi lokal yang matang.
Risnaldi mengingatkan agar wali nagari segera menyusun RPJM-Nagari sebagai pedoman pembangunan delapan tahun ke depan. Dokumen tersebut harus selaras dengan RPJMD kabupaten.
Pemerintah daerah, kata Risnaldi, siap memberikan pendampingan teknis agar perencanaan nagari berjalan sesuai regulasi. Pendampingan ini penting untuk meminimalisir kesalahan administrasi.

Ia juga mendorong wali nagari untuk berinovasi dan menggali potensi lokal. Inovasi dinilai sebagai kunci agar nagari mampu bersaing dan berkembang.
Prosesi pelantikan diawali pembacaan Surat Keputusan Bupati, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan. Para wali nagari kemudian menandatangani berita acara pelantikan.
Tokoh adat setempat turut memberikan restu adat kepada para wali nagari. Nilai-nilai adat Minangkabau ditegaskan sebagai landasan moral kepemimpinan nagari.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan atribut jabatan secara simbolis kepada perwakilan wali nagari. Penyerahan disaksikan Ketua DPRD sebagai simbol dukungan kelembagaan.
Darmansyah menilai tantangan nagari ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan kemiskinan hingga konflik sosial. Ia meminta wali nagari adaptif dan memahami regulasi.
Acara diakhiri dengan foto bersama dan ucapan selamat dari seluruh tamu undangan. Suasana haru dan optimisme menyelimuti prosesi pelantikan.
Pelantikan 24 wali nagari ini menjadi momentum penting bagi penguatan pemerintahan nagari di Pesisir Selatan. Sinergi eksekutif, legislatif, dan nagari diharapkan membawa kemajuan berkelanjutan. (Adv)



















