PESISIR SELATAN, RW — Penantian panjang masyarakat Kampung Inunang, Nagari IV Koto Hilir, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk kembali memiliki akses penyeberangan akhirnya menemukan titik terang.
Selama jembatan penghubung mereka rusak, warga harus memutar lebih dari 5 kilometer untuk menuju pasar maupun membawa hasil pertanian. Setelah Jembatan Gantung Inunang selesai dibangun, jarak itu diperkirakan hanya sekitar 1 kilometer.
Harapan tersebut mulai diwujudkan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Inunang, Selasa (1/9/2026).
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan dihadiri jajaran Pemkab Pesisir Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Camat Batang Kapas, Wali Nagari IV Koto Hilir, unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, bundo kanduang, serta warga setempat.
Bagi masyarakat, pembangunan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Jembatan itu dinilai akan mengembalikan akses penting yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.
Sebab, jembatan sebelumnya telah mengalami kerusakan sejak 2024 dan kemudian hanyut diterjang banjir bandang pada 27 November 2025.

Sejak saat itu, aktivitas warga ikut terdampak. Pedagang, petani, pelajar, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas umum harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
“Kami sangat bersyukur. Apa yang selama ini kami tunggu akhirnya mulai terwujud. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Hendrajoni yang sudah memperhatikan kebutuhan masyarakat Inunang,” ujar Bundo Kanduang Nagari IV Koto Hilir yang mewakili masyarakat.
Menurutnya, masyarakat masih mengingat komitmen Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni untuk memprioritaskan pembangunan kembali jembatan tersebut.
“Dulu beliau pernah berjanji kepada kami bahwa jembatan ini akan menjadi prioritas. Hari ini janji itu mulai dibuktikan. Kami sangat berterima kasih karena jembatan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target. Masyarakat juga menyatakan siap ikut mengawasi dan menjaga proses pembangunan agar jembatan yang dibangun nantinya benar-benar berkualitas.
“Kalau sudah selesai, kami tidak perlu lagi memutar lebih dari 5 kilometer. Ke pasar dan membawa hasil pertanian cukup sekitar 1 kilometer. Bagi kami ini sangat besar manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni menegaskan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutan yang dibacakan pada kegiatan tersebut, Hendrajoni mengatakan keberadaan jembatan yang layak sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memahami bahwa infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan. Keberadaan jembatan yang layak bukan hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menunjang aktivitas masyarakat di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial ekonomi lainnya,” kata Hendrajoni.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan bekerja secara profesional dan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan.
“PPK, kontraktor dan konsultan pengawas agar bekerja secara profesional, tepat waktu dan menjaga kualitas pekerjaan. Kami berharap pembangunan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Inunang bersumber dari dukungan Dana Transfer ke Daerah (TKD) melalui Dinas PUTR Kabupaten Pesisir Selatan. Jembatan tersebut memiliki panjang bentang 100 meter dan dirancang khusus untuk pejalan kaki.
Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp3.555.695.874. Pekerjaan dilaksanakan CV Taman Karya Manggala dengan masa pelaksanaan 140 hari kalender, terhitung sejak 14 Agustus 2026.
Bagi masyarakat Inunang, dimulainya pembangunan ini menjadi awal dari kembalinya akses yang sempat hilang akibat bencana.
“Harapan kami jembatan ini cepat selesai, kualitasnya bagus dan bisa segera digunakan. Terima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan karena sudah mendengar dan mewujudkan harapan kami,” kata warga.



















