Bayang Utara. RW – Peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Taratak Baru, Kecamatan Bayang Utara, menjadi momentum penting bagi warga terdampak bencana. Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyadi, hadir langsung untuk memastikan proses berjalan baik.
Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan legislatif. Ia ingin melihat langsung kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.
Sebanyak 22 unit Huntara di Limau Hantu telah selesai dan ditempati warga. Progres ini dianggap sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah daerah.
Di Taratak Baru, 20 dari 31 unit telah rampung dibangun. Mulyadi berharap sisa unit dapat diselesaikan sebelum Idul Fitri.
Ia menyatakan DPRD siap mendukung penuh kebijakan anggaran yang berpihak pada korban bencana. Pemulihan harus menjadi prioritas bersama.
Menurutnya, hunian yang layak adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Keamanan dan kenyamanan warga harus menjadi fokus utama.
Selain Huntara, penyaluran Dana Tunggu Hunian Tahap II turut menjadi perhatian. Bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan dukungan finansial bagi keluarga terdampak.

Dana tersebut disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia Cabang Painan secara non-tunai. Mekanisme ini dinilai transparan dan efisien.
Mulyadi menilai sistem transfer langsung ke rekening penerima meminimalisir potensi penyalahgunaan. Ia menyebutnya sebagai langkah maju dalam tata kelola bantuan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan bersama agar tidak ada penerima yang terlewat. Validasi data harus terus diperbarui.
Dalam dialog dengan warga, ia mendengar harapan agar bantuan berlanjut hingga hunian tetap tersedia. Aspirasi tersebut akan diperjuangkan di DPRD.
Mulyadi mengapresiasi kepemimpinan Bupati Hendrajoni yang turun langsung memantau penyaluran bantuan. Koordinasi lintas sektor dinilai berjalan baik.
Keterlibatan BPBD dan Forkopimda memperkuat proses pemulihan. Sinergi antarinstansi menjadi faktor penting keberhasilan program.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas Huntara. Partisipasi warga diperlukan agar lingkungan tetap bersih dan aman.
Menurutnya, pemulihan pasca-bencana tidak hanya soal bangunan fisik. Dukungan moral dan kebersamaan juga sangat menentukan.
Mulyadi melihat optimisme mulai tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah memberi rasa aman dan harapan baru.
Ia menyatakan komitmennya untuk terus memantau progres pembangunan. Laporan berkala akan diminta dari instansi terkait.
Perencanaan hunian tetap menjadi agenda penting berikutnya. Huntara disebut sebagai solusi sementara yang harus diikuti kebijakan jangka panjang.
Koordinasi dengan pihak perbankan juga dilakukan guna memastikan kelancaran pencairan bantuan. Kendala teknis harus segera diatasi.

Mulyadi menilai akuntabilitas adalah kunci dalam pengelolaan dana bencana. Transparansi akan menjaga kepercayaan publik.
Ia mengajak masyarakat tetap kompak dan saling membantu selama masa pemulihan. Solidaritas sosial menjadi kekuatan utama.
Di akhir kegiatan, suasana penuh kehangatan terlihat antara wakil rakyat dan warga. Dialog berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan.
Mulyadi berharap seluruh proses pemulihan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia menegaskan akan terus mengawal program hingga warga benar-benar kembali hidup normal dan sejahtera.



















