Bayang Utara, RW —Hujan deras yang mengguyur wilayah Pesisir Selatan sejak Selasa malam kembali meningkatkan volume air Sungai Batang Bayang pada Rabu (10/12) pagi. Kondisi tersebut kembali mengancam akses jalan darurat menuju empat nagari di Kecamatan Bayang Utara yang sebelumnya dibuka sebagai jalur distribusi bantuan.
Debit sungai yang semakin tinggi menyebabkan aliran deras mengikis badan jalan darurat di beberapa titik. Padahal jalur tersebut menjadi satu-satunya akses utama yang memungkinkan kendaraan logistik masuk ke wilayah terdampak banjir.
Kerusakan akses sementara ini membuat pemerintah daerah mengambil langkah cepat. Bupati Pesisir Selatan bersama Dandim 0311 dan Kapolres Pessel langsung turun ke lokasi meninjau kondisi terkini dan memastikan upaya penanganan segera dilaksanakan.
“Kita tidak bisa menunggu sampai akses ini benar-benar terputus. Bantuan harus tetap tersalurkan dan kebutuhan masyarakat tidak boleh tertunda,” tegas Bupati kepada petugas di lapangan.
Saat tinjauan berlangsung, Bupati juga menginstruksikan operator alat berat agar segera melakukan penataan ulang jalur air. Upaya ini dilakukan untuk mengarahkan arus sungai sehingga tidak langsung menghantam badan jalan yang telah dibangun.
Selain mengatur aliran sungai, beberapa titik di sepanjang jalur darurat juga mengalami longsor ringan. Tumpukan tanah, batu, dan material kayu membuat kendaraan bantuan harus bergerak lebih lambat untuk menghindari risiko tambahan.
Petugas gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk membuka jalur dengan peralatan manual dan alat seadanya. Kehadiran mereka menjadi kunci agar arus distribusi bantuan tetap berjalan meskipun situasi masih dalam kondisi darurat.
Bupati mengingatkan bahwa pekerjaan penanganan dilakukan di tengah cuaca yang tidak stabil. “Saya minta seluruh tim di lapangan tetap mengutamakan keselamatan diri, karena kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan potensi longsor masih ada,” ujar Bupati.
Menurutnya, pemerintah daerah sedang menyiapkan langkah lanjutan untuk penanganan permanen. Namun dalam kondisi darurat, stabilisasi akses sementara menjadi prioritas utama agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami pastikan pemerintah hadir sampai wilayah ini benar-benar pulih. Sinergi dan kecepatan kerja sangat diperlukan agar warga tidak merasakan dampak lebih besar,” tutup Bupati. (Bee)



















