PESISIR SELATAN — Membacakan cerita kepada anak mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi Bunda PAUD Kabupaten Pesisir Selatan, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, kebiasaan sederhana itu dapat menjadi awal untuk membangun budaya literasi sekaligus membentuk karakter anak.

Pesan tersebut disampaikan Lisda melalui kegiatan Bunda PAUD Bercerita yang digelar bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan di kawasan wisata Pantai Selayang Pandang, Kecamatan Bayang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan itu mempertemukan anak-anak PAUD dari lima kecamatan, yakni Koto XI Tarusan, Bayang, Bayang Utara, IV Jurai, dan Batang Kapas. Para peserta hadir bersama guru dan orang tua untuk mengikuti kegiatan yang dikemas dalam suasana santai dan menyenangkan.
Alih-alih tampil dengan pakaian formal, Lisda memilih mengenakan kostum Cinderella. Gaun biru yang dikenakannya membuat suasana kegiatan seketika berubah seperti berada dalam dunia dongeng.
Pilihan kostum tersebut bukan sekadar untuk menarik perhatian. Lisda ingin menciptakan suasana yang dekat dengan dunia anak sehingga pesan tentang pentingnya membaca dapat disampaikan dengan cara yang mudah diterima.
Setelah menyapa peserta, Lisda mulai membawakan cerita Cinderella. Kisah tersebut kemudian dipadukan dengan cerita seekor kelinci yang membuat anak-anak semakin tertarik mengikuti alur dongeng.
Komunikasi berlangsung dua arah. Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan, menirukan ekspresi tokoh, dan menebak apa yang akan terjadi dalam cerita.
Interaksi sederhana itu membuat anak-anak terlihat menikmati kegiatan. Tawa dan tepuk tangan beberapa kali terdengar ketika Lisda membangun suasana cerita.
Bagi Lisda, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa mengenalkan literasi kepada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter mereka.
“Melalui kegiatan bercerita seperti ini, mereka belajar berimajinasi, mengenal nilai-nilai kehidupan, dan yang paling penting menumbuhkan rasa cinta terhadap buku,” kata Lisda.
Ia berharap kebiasaan tersebut tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca karena rumah merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar.
Lisda mengajak orang tua meluangkan waktu untuk membacakan buku atau cerita kepada anak. Menurut dia, aktivitas tersebut bukan hanya membantu perkembangan kemampuan bahasa, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Selain memperkenalkan buku, dongeng juga dapat menjadi media untuk menanamkan pendidikan karakter. Anak dapat belajar mengenai kejujuran, keberanian, kepedulian, kerja sama, serta kepercayaan diri melalui tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam cerita.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, mengatakan penguatan PAUD berkualitas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, keluarga, dan pemerintah harus berjalan bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menambahkan, kegiatan bercerita dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa, memperkaya kosakata, meningkatkan konsentrasi, merangsang imajinasi, serta melatih kemampuan berpikir sejak usia dini.
Karena itu, Bunda PAUD Bercerita diharapkan berkembang menjadi gerakan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sekali selesai. Program tersebut dijadwalkan digelar tiga kali berdasarkan pembagian wilayah di Pesisir Selatan agar semakin banyak anak PAUD memperoleh pengalaman belajar melalui cerita. Dari Pantai Selayang Pandang, pemerintah daerah ingin menanamkan satu kebiasaan sederhana: membaca dan bercerita sejak dini untuk menyiapkan generasi Pesisir Selatan yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.



















