DPRD Kawal RSUD Tapan Naik Kelas ke Tipe C, Darmansyah: Pemerataan Layanan Kesehatan Tak Bisa Ditawar”

Penulis -

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, RW – Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah, menegaskan bahwa peresmian RSUD Tapan, Instalasi Farmasi, dan Pustu Pasar Tapan merupakan tonggak penting dalam pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah selatan. Momentum ini dinilainya sebagai realisasi konkret dari aspirasi masyarakat yang selama ini menuntut akses layanan medis yang lebih dekat dan berkualitas.

Menurut Darmansyah, pembangunan RSUD Tapan merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem kesehatan daerah. Wilayah Basa IV Balai Tapan dan sekitarnya selama ini menghadapi tantangan jarak dan keterbatasan fasilitas rujukan.

Ia menilai keberadaan rumah sakit ini akan mempercepat respons penanganan medis, terutama untuk kasus-kasus darurat. Aksesibilitas menjadi faktor kunci dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas layanan publik.

“Kami (DPRD) memandang sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan yang tidak dapat ditunda. Pemerataan layanan dasar merupakan amanat konstitusi yang wajib diwujudkan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam kerangka kebijakan jangka menengah, Darmansyah mendorong peningkatan status RSUD Pratama Tapan menjadi rumah sakit Tipe C. Peningkatan ini diperlukan agar layanan spesialisasi dasar dapat tersedia secara permanen di wilayah selatan.

Baca Juga :  Biaya Haji Rp103 Juta, Jemaah Hanya Bayar 40 Persen! Lisda Hendrajoni Harapkan Layanan Haji 2027 Lebih Baik.

Ia menegaskan bahwa DPRD akan memberikan dukungan penuh dari sisi penganggaran dan pengawasan. Setiap tahapan peningkatan status harus direncanakan secara matang dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Dengan kapasitas yang terus diperkuat, RSUD Tapan diharapkan mampu menangani sebagian besar kasus kesehatan tanpa rujukan keluar daerah. Hal ini akan meningkatkan efisiensi sistem rujukan regional,” ujar Darmansyah.


Darmansyah menilai bahwa selama ini beban biaya rujukan menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Perjalanan jauh ke Painan atau Padang tidak hanya menyita waktu, tetapi juga membebani finansial keluarga pasien.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya manajemen rumah sakit yang profesional. Infrastruktur yang baik harus diimbangi dengan tata kelola administrasi dan pelayanan yang transparan.

Pengelolaan sampah medis menjadi perhatian khusus yang disampaikan Darmansyah. Standar operasional prosedur harus ditegakkan untuk menjaga kesehatan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Dukungan pemerintah pusat melalui alokasi dana Rp2 miliar dari Kementerian Kesehatan disambut positif oleh DPRD. Bantuan tersebut menunjukkan sinergi yang efektif antara pemerintah daerah dan pusat.

Baca Juga :  Sidang Praperadilan Kasus Dugaan Korupsi Relokasi RSUD Tipe C Dimulai di PN Padang, Ditunda hingga 25 Agustus 2025

Selain anggaran, bantuan alat kesehatan seperti EKG dan kursi perawatan akan meningkatkan kapasitas diagnostik rumah sakit. DPRD berkomitmen mengawasi pemanfaatannya agar tepat guna.

Program rehabilitasi 17 fasilitas kesehatan di berbagai kecamatan menjadi bagian dari strategi pemerataan mutu layanan. Darmansyah menekankan bahwa standar pelayanan harus seragam di seluruh wilayah kabupaten.

Ia melihat RSUD Tapan sebagai pusat pertumbuhan layanan kesehatan di selatan. Keberadaannya diharapkan mendorong peningkatan indikator kesehatan masyarakat secara signifikan.

Sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten menjadi fondasi dalam merealisasikan pembangunan ini. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program.

Darmansyah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan. Pelatihan dan pengembangan kompetensi harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik.

Menurutnya, pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional adalah standar minimal yang harus dipenuhi. Kepuasan masyarakat menjadi indikator utama evaluasi kinerja rumah sakit.

Instalasi Farmasi yang baru diresmikan akan memperkuat sistem distribusi obat dan pengelolaan logistik medis. Sistem terintegrasi akan meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan.

Baca Juga :  The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation

DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap implementasi SOP di RSUD Tapan. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi prasyarat dalam menjaga mutu layanan.

Darmansyah meyakini bahwa investasi di sektor kesehatan berdampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia. Kesehatan masyarakat adalah fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peresmian ini sebagai momentum konsolidasi seluruh elemen pemerintahan dalam mempercepat pemerataan pembangunan. Komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan program kesehatan,” ungkapnya.

Target peningkatan menjadi Tipe C ditegaskan sebagai agenda strategis, bukan sekadar wacana. DPRD akan memastikan roadmap pengembangan rumah sakit berjalan sesuai rencana.

Pada akhirnya, Darmansyah menegaskan bahwa RSUD Tapan adalah milik masyarakat. Partisipasi publik dan masukan konstruktif sangat diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan.

Peresmian ini, menurutnya, menjadi titik awal transformasi layanan kesehatan di wilayah selatan Pesisir Selatan. Dengan komitmen bersama, ia optimistis rumah sakit tersebut akan menjadi pusat layanan kesehatan andalan masyarakat. (Bee)

Berita Terkait

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif
Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit
Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan
Bupati Hendrajoni Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Hendro Kurniawan Isi Jabatan Sekretaris Diskominfo Pessel
Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan

Berita Terbaru