IV Jurai, RW – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meninjau langsung lokasi Irigasi Lubuak Ameh yang terletak di Kenagarian Tambang, Kecamatan IV Jurai, pada Selasa, (13/5).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan sektor pertanian di wilayah itu.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat dari Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan, serta Camat dan Wali Nagari setempat.
Irigasi Lubuak Ameh dinilai memiliki potensi besar dalam menunjang produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Menurut Hendrajoni, keberadaan irigasi ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan-lahan pertanian yang selama ini hanya mengandalkan air hujan. Ia pun meminta agar proses pemanfaatan irigasi dapat segera dipercepat.
“Saya sudah minta kepada Dinas Pertanian dan Dinas PUPR agar irigasi ini segera difungsikan. Kita juga akan memanfaatkan bantuan dari Kementrian Pertanian berupa pompa, untuk menaikkan air ke saluran, sehingga dapat mengairi sawah para petani. Jangan sampai potensi pertanian di Kenagarian Tambang terhambat hanya karena persoalan teknis,” tegas Hendrajoni di sela-sela peninjauan.
Selain memerintahkan percepatan pemanfaatan irigasi, Hendrajoni juga meminta agar dilakukan evaluasi teknis dan administratif agar tidak ada kendala hukum atau teknis yang menghambat pelaksanaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus menjadi prioritas lintas sektor.
“Kita ingin memastikan bahwa petani kita bisa bekerja dengan tenang, tidak lagi terganggu oleh kekurangan air. Pemerintah akan hadir dan bekerja untuk rakyat,” tutup Hendrajoni.
Irigasi Lubuak Ameh diperkirakan mampu mengairi sekitar 40 hektare sawah milik warga. Jika difungsikan secara optimal, irigasi ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen serta mengurangi ketergantungan terhadap musim hujan.

Sejumlah kelompok tani di Kenagarian Tambang menyambut baik kedatangan Bupati dan menaruh harapan besar terhadap percepatan pemanfaatan irigasi tersebut. Selama ini, para petani terpaksa mengalihkan lahan sawah mereka menjadi lahan jagung karena kekurangan pasokan air.
“Kalau irigasi ini aktif, tentu kami ingin kembali menanam padi. Kami sudah lama menunggu perhatian dari pemerintah,” ujar Andri salah seorang petani.
Wali Nagari Tambang, Akbar Malik Mustafa, turut menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah kabupaten. Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan irigasi sudah menjadi aspirasi warga selama bertahun-tahun.
“Irigasi Lubuak Ameh adalah kebutuhan mendesak bagi petani kami. Dengan difungsikannya irigasi ini, kami optimis produktivitas pertanian akan meningkat dan taraf hidup masyarakat akan ikut terangkat,” ujar Akbar Mustava.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan. Dukungan infrastruktur seperti irigasi dianggap sangat vital untuk menunjang produktivitas. (Bee)



















