“Semesta Berdendank” Meledak di TIM, Ini Sosok Euis Yang Jadi Buah Bibir Penonton

Penulis -

Selasa, 7 April 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, RW – Riuh tepuk tangan pecah di Taman Ismail Marzuki saat pertunjukan Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank resmi ditutup. Bukan sekadar meriah, musikal ini benar-benar “meledak” menghidupkan panggung dengan energi dangdut yang segar, emosional, lucu dan menghibur sekaligus dekat dengan realitas kehidupan.

Namun di antara puluhan pemain yang tampil, satu nama mendadak jadi perbincangan yakni pemeran utama perempuan : “Euis”

Diperankan oleh Hani Khumaira, karakter Euis tampil mencuri perhatian sejak awal. Bukan hanya karena vokalnya yang kuat, tetapi juga karena penghayatan yang terasa “kena” seolah penonton tak sedang menonton akting, melainkan melihat potongan kehidupan nyata di atas panggung.

Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Gadis berdarah Minang ini menunjukkan kualitas yang jauh melampaui usianya. Putri dari Lisda Hendrajoni dan Hendrajoni ini tampak mewarisi darah seni dari sang ibu yang sempat dikenal sebagai penyanyi religi.

Bakat itu bukan muncul tiba-tiba, ia sudah terbukti sejak SMP saat menjuarai lomba menyanyi di Al-Azhar dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Vocal Group Rawdha Voice.

Baca Juga :  The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Kini, langkahnya makin serius. Selain aktif sebagai mahasiswi di Jakarta, Hani saat ini tergabung dalam Godslave Management dibawah naungan selebritis Atta Halilintar mulai kebanjiran tawaran peran film.

Tapi di panggung Semesta Berdendank, ia bukan sekadar “pendatang baru” ia tampil seperti bintang utama yang siap bersinar lebih besar.

Di balik penampilannya yang memukau, Hani mengaku ada rasa bangga sekaligus haru bisa berdiri di panggung sebesar Teater Jakarta. Baginya, tampil di Taman Ismail Marzuki bukan hanya soal pertunjukan, tetapi juga sebuah pencapaian dari proses panjang yang ia jalani.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Bisa tampil di panggung sebesar ini, dengan tim yang hebat, jadi momen yang sangat berharga buat saya,” ungkapnya.

Musikal ini sendiri mengangkat kisah kehidupan pasar tradisional di tengah tekanan modernisasi. Tokoh Adeng, yang bermimpi menjadi aktor dan komika, harus berhadapan dengan realita dan tuntutan keluarga. Dari situlah konflik mengalir dibalut musik dangdut, dialog ringan, dan emosi yang relate dengan kehidupan banyak orang.

Baca Juga :  Potensi PLTS di Kawasan Mandeh, Tarik Minat Investor Jepang

Lebih dari sekadar hiburan, Semesta Berdendank terasa seperti cermin sosial. Tentang mimpi yang seringkali harus bernegosiasi dengan kenyataan. Tentang keluarga, tekanan, dan harapan yang tak selalu sejalan.

Di balik gemerlap panggung, proses panjang selama tujuh bulan latihan melibatkan 42 pemain dan total 163 orang tim produksi. Semua digerakkan oleh “Semesta” Semangat Seni Prasetiya Mulya, yang membawa misi besar: menghidupkan kembali seni budaya Indonesia lewat kemasan modern.

Dan hasilnya? Bukan hanya sukses tapi membekas.

Salah seorang penonton, Dina (27), mengaku tak menyangka akan terbawa emosi sedalam itu.

“Pas lihat Euis tampil, merinding. Kita betul-betul terbawa suasana, dan perannya. Jarang banget theater musikal nasional bisa sekuat ini,” ujarnya.

Di akhir pertunjukan, satu hal jadi jelas: Semesta Berdendank bukan sekadar pertunjukan biasa. Dan sosok Euis yang dihidupkan oleh Hani Khumaira berhasil mencuri panggung, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya bintang baru di dunia teater musikal Indonesia. (Bee)

Berita Terkait

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan
Gandeng Bank Nagari, Pemkab Pessel Terapkan E-Tiketing Retribusi Pulau Pamutusan dan Pagang
Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan
Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail
Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar
Lisda Hendrajoni Tutup Pickleball Cup I 2026, Siap Naik Kelas Jadi Turnamen Nasional Tahun Depan
Bawa Nama Pessel ke Tingkat Nasional, Pelajar SMAN 3 Painan Dapat Suntikan Semangat dari Lisda-Hendrajoni
81 Tahun Merdeka, Lisda Hendrajoni: Kemerdekaan Harus Dirasakan Perempuan dalam Bentuk Kecerdasan dan Kesejahteraan
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WIB

Gandeng Bank Nagari, Pemkab Pessel Terapkan E-Tiketing Retribusi Pulau Pamutusan dan Pagang

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

Rabu, 9 September 2026 - 06:15 WIB

Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail

Rabu, 9 September 2026 - 06:03 WIB

Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar

Berita Terbaru