Airpura, RW, Komitmen terhadap pelestarian adat kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Ronaldi, S.IP, saat menghadiri Upacara Adat Ptang Balimau Inderapura di Masjid Agung Inderapura, Kecamatan Airpura, Selasa (17/2).
Kehadiran politisi Partai PDI Perjuangan tersebut menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap kegiatan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil V, Ronaldi menilai tradisi Ptang Balimau bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari sistem nilai sosial masyarakat.
Ia menyebut bahwa adat dan agama merupakan fondasi pembangunan karakter daerah yang tidak dapat dipisahkan.
Ratusan masyarakat menghadiri prosesi yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Inderapura, salah satu pusat kegiatan keagamaan di wilayah Airpura.
Upacara diawali dengan pembacaan doa dan petuah adat oleh para Ninik Mamak serta tokoh agama setempat.

Suasana hening dan penuh penghayatan memperlihatkan kesungguhan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Ronaldi menyampaikan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan yang mendukung pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan nilai sosial dan budaya.
Ia menegaskan bahwa adat Minangkabau harus tetap menjadi identitas utama masyarakat Pesisir Selatan di tengah perkembangan zaman.
Usai prosesi di masjid, rombongan melanjutkan arak-arakan menuju Muara Sakai untuk melaksanakan balimau bersama.
Arak-arakan tersebut berlangsung tertib dan menjadi simbol kekompakan warga dalam menjaga warisan leluhur.
Sepanjang perjalanan, Ronaldi menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat dan menerima berbagai aspirasi yang disampaikan warga.
Ia menilai momentum adat seperti ini efektif memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.
Tradisi balimau yang dilakukan di Muara Sakai melambangkan penyucian diri secara lahir dan batin sebelum memasuki Ramadan.
Secara historis, tradisi ini telah berlangsung sejak masa Kesultanan Inderapura dan tetap lestari hingga kini.
Ronaldi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar tradisi tidak berhenti di generasi saat ini.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengemas kegiatan adat sebagai potensi wisata budaya tanpa menghilangkan nilai sakralnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, tokoh adat, dan DPRD sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan tradisi.
Camat Airpura turut mengapresiasi kehadiran anggota DPRD tersebut sebagai bentuk dukungan moral terhadap masyarakat.
Masyarakat dari berbagai nagari di sekitar Inderapura memadati lokasi balimau, menciptakan suasana kebersamaan yang kuat.
Ronaldi menyampaikan harapannya agar Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum memperkuat persatuan dan solidaritas sosial.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai ruang meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, semangat gotong royong yang tercermin dalam Ptang Balimau harus terus hidup sepanjang tahun.

Kehadiran legislatif dalam kegiatan adat, kata dia, menunjukkan bahwa DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga hadir di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Upacara adat tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan masyarakat Inderapura menyambut Ramadan dengan komitmen menjaga adat, memperkuat iman, serta membangun daerah berbasis kearifan lokal.



















