Lisda Hendrajoni: Jangan Cari Masalah Baru! Skema Kuota Haji Bisa Mengacaukan Banyak Daerah

Penulis -

Kamis, 20 November 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, RW — Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam menerapkan skema baru pembagian kuota haji.

Menurut Lisda, perubahan kebijakan yang tidak melalui kajian komprehensif justru berisiko memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Ia menilai sejumlah provinsi akan terdampak negatif jika kebijakan tersebut dipaksakan tanpa kesiapan yang memadai.

Lisda meminta pemerintah mempertahankan pola pembagian kuota yang lama sambil menunggu kejelasan dari Pemerintah Arab Saudi terkait peluang penghapusan batas kuota.

“Jangan kita mencari-cari masalah yang selama ini tidak jadi masalah. Lebih baik kita fokus pada persoalan nyata penyelenggaraan haji 2026,” tegas Lisda, Kamis (20/11/2025).

Berdasarkan hitungan yang ia lakukan, sedikitnya 20 provinsi berpotensi dirugikan apabila skema baru diberlakukan.

Ia menyebut Sumatra Barat sebagai salah satu daerah yang akan terkena imbas dari perubahan tersebut.

Lisda juga menyoroti bahwa provinsi yang dianggap akan diuntungkan pun belum tentu siap diberangkatkan lebih cepat.

“Ini pasti akan menimbulkan kegaduhan. Bahkan provinsi yang dianggap diuntungkan pun belum tentu siap diberangkatkan lebih maju,” ujarnya.

Baca Juga :  KOPI Pessel “Diseduh” , PWI Siap Kawal Visi-Misi HJ-RI hingga Dirasakan Masyarakat.

Selain itu, Lisda menyampaikan informasi terbaru yang ia terima dari Arab Saudi mengenai kemungkinan penghapusan pembatasan kuota haji untuk Indonesia.

Ia meminta pemerintah menahan diri dan tidak melakukan perubahan skema sampai ada keputusan resmi dari pihak Saudi.

“Sebaiknya untuk sementara tidak usah dulu. Kita tunggu kepastian dari Arab Saudi. Kalau kuota dihilangkan, jamaah justru bisa berangkat lebih cepat seperti yang kita harapkan,” jelasnya.

Lisda juga menyinggung isu penjualan kuota haji yang dinilai mencoreng penyelenggaraan haji dan merusak kepercayaan publik.

“Ini sangat menyedihkan. Kita berharap praktik ini tidak pernah terjadi lagi. Transparansi itu krusial untuk membangun kepercayaan publik, apalagi kementeriannya baru,” katanya. (Bee)

Berita Terkait

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif
Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit
Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan
Bupati Hendrajoni Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Hendro Kurniawan Isi Jabatan Sekretaris Diskominfo Pessel
Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pasar Painan Segera Rampung, Hendrajoni Dorong Pusat Perdagangan yang Nyaman dan Representatif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Tapan, Hendrajoni: Pemerintah Hadir, Masyarakat Harus Bangkit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Ikuti Workshop Ekonomi Karbon Nasional, Hendrajoni Siapkan Langkah Penguatan Pembangunan Hijau di Pesisir Selatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lisda Hendrajoni Ajak Peserta ISKADA Sumbar Kembali Berwisata ke Mandeh, Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir Selatan

Berita Terbaru