Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VIII, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia Khususnya Polda Sumbar dan Polres Padang Pariaman, atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan dan mutilasi yang menggemparkan masyarakat Sumatera Barat.
Lisda mengecam keras tindakan pelaku yang dinilainya sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Ia menilai perbuatan tersebut tidak hanya melukai keluarga korban, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat secara luas.
“Saya sangat mengutuk tindakan pelaku. Ini adalah perbuatan yang amat sadis dan kejam. Tidak ada ruang bagi tindakan seperti ini di tengah masyarakat kita,” tegas Lisda dalam keterangannya, Senin (23/6).
Lisda berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku, agar memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi siapa pun yang berniat melakukan kejahatan serupa.
”Kita berharap pelaku harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan kasus ini harus diusut hingga tuntas, bahkan kemungkinan adanya korban yang lain,” tegas Lisda.
Selain itu, Lisda juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia mendoakan agar seluruh keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang begitu berat ini.
“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi kehilangan orang-orang tersayang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lisda juga mengimbau kepada para orang tua, terutama yang memiliki anak perempuan yang sedang menuntut ilmu di luar kota, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi dengan anak-anak mereka.
“Keamanan anak-anak, terutama perempuan, harus menjadi perhatian bersama. Orang tua perlu menjaga komunikasi yang baik, serta memastikan anak-anak tinggal di lingkungan yang aman,” pesan Lisda.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda, terutama perempuan, harus menjadi prioritas lintas sektor. Ia juga mendorong pihak kampus dan pemerintah daerah turut memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan Sumatera Barat I, Lisda berkomitmen untuk terus memperjuangkan penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak, baik melalui regulasi maupun pengawasan kebijakan di lapangan.
Kasus pembunuhan dan mutilasi di Sumatera Barat ini menjadi perhatian nasional dan memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik dan anggota legislatif.
Jajaran Polres Padang Pariaman, Polda Sumatera Barat berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan mutilasi dengan tersangka Satria Johanda alias Wanda (25).
Kasus ini terungkap bermula dari penemuan potongan tubuh manusia di Kebun Korong Kapalo Banda, Batang Anai.
Diketahui potongan tubuh tersebut teridentifikasi merupakan jasad dari Septia Adinda (25), seorang mahasiswi STIE KBP.
Selain itu pelaku juga mengakui membunuh Siska Oktavia Rusdi (23) dan Adek Gustiana (24), juga mahasiswi STIE KBP Padang, dan membuang tubuh mereka ke sumur, kemudian menutupi lubang tersebut sekitar tahun 2024 lalu.
Polisi masih mengejar kemungkinan korban lain dan menelisik aspek keterlibatan pihak lain dalam aksi ini. (Bee)



















