Lisda Hendrajoni Soroti Rendahnya Realisasi Anggaran Pendidikan Islam dan Kuota Beasiswa PIP Madrasah

Penulis -

Senin, 29 September 2025 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Komisi VIII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Senin (29/9), terkait pelaksanaan program dan anggaran tahun anggaran 2025.

Rapat tersebut dihadiri Sekjen Kemenag H. Kamaruddin, MA dan Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, menyoroti rendahnya realisasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Hingga 26 September 2025, realisasi anggaran baru mencapai 56,52 persen atau sekitar Rp20,8 triliun dari total Rp36,9 triliun.

Lisda mengungkapkan, masih terdapat blokir anggaran sebesar Rp1,15 triliun dan outstanding kontrak Rp804 miliar, sementara sisa sekitar Rp14 triliun belum jelas serapannya.

Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan penumpukan belanja pada akhir tahun anggaran.

“Dengan kondisi ini, tingkat serapan pada triwulan III masih relatif rendah, sehingga menimbulkan risiko menumpuknya realisasi belanja di akhir tahun anggaran. Hal ini mengindikasikan adanya persoalan baik secara teknis, struktural, maupun manajerial,” ujar Lisda.

Baca Juga :  Keselamatan Jemaah Tak Bisa Ditawar! Lisda Hendrajoni Dorong Terobosan Fikih Haji yang Lebih Adaptif

Ia menambahkan, persoalan teknis yang dimaksud antara lain keterlambatan proses lelang, petunjuk teknis, dan pencairan.

Sementara dari sisi struktural, terkait efisiensi distribusi dan revisi pagu, serta manajerial menyangkut perencanaan dan koordinasi satuan kerja pusat maupun daerah.

Selain soal serapan anggaran, Lisda juga menyoroti kuota Program Indonesia Pintar (PIP) untuk madrasah yang dinilai masih sangat kecil. Menurutnya, hal ini menjadi keluhan banyak madrasah yang ia temui di lapangan.

“Banyak madrasah menyampaikan aspirasi terkait keterbatasan kuota beasiswa PIP. Ini harus menjadi perhatian serius, agar lebih banyak siswa madrasah bisa mendapatkan akses bantuan pendidikan,” tegasnya.

Rapat kerja Komisi VIII bersama Kementerian Agama tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan kualitas penyerapan anggaran serta memperluas akses pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. (Bee)

Berita Terkait

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Setujui APBD Perubahan 2026, Fraksi Persatuan Bintang Perjuangan DPRD Pessel Ingatkan Pemkab Jangan Sekadar Habiskan Anggaran
Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan
Setujui APBD Perubahan 2026, Fraksi Persatuan Bintang Perjuangan DPRD Pessel Ingatkan Pemkab Jangan Sekadar Habiskan Anggaran
Lisda Hendrajoni Salurkan Bantuan ATENSI Kemensos Rp427,8 Juta untuk Masyarakat Tanah Datar
Biaya Haji Rp103 Juta, Jemaah Hanya Bayar 40 Persen! Lisda Hendrajoni Harapkan Layanan Haji 2027 Lebih Baik.
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR

Jumat, 25 September 2026 - 18:16 WIB

Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Setujui APBD Perubahan 2026, Fraksi Persatuan Bintang Perjuangan DPRD Pessel Ingatkan Pemkab Jangan Sekadar Habiskan Anggaran

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

Berita Terbaru