Batusangkar, RW — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Anggota DPR RI Komisi VIII, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, menggelar temu ramah dengan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Jumat (17/10).
Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan langsung berbagai kebutuhan serta tantangan yang dihadapi jajaran Kemenag di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Lisda menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI memiliki peran strategis sebagai mitra kerja Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya.
Oleh karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan instansi daerah harus terus diperkuat demi peningkatan pelayanan publik di bidang keagamaan dan pendidikan Islam.
“Sebagai wakil rakyat di Komisi VIII, saya berkewajiban mendengarkan langsung aspirasi dari daerah. Masukan dari Tanah Datar ini sangat penting untuk memperjuangkan program pembangunan, baik untuk kantor Kemenag maupun lembaga-lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren,” ujar Lisda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, H. Amril, S.Ag., MM, beserta jajaran pejabat struktural dan perwakilan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag.
Dalam kesempatan itu, H. Amril menyampaikan sejumlah usulan dan kebutuhan daerah, di antaranya renovasi gedung kantor Kemenag Tanah Datar serta peningkatan sarana dan prasarana pesantren di wilayah tersebut.

Ia berharap dukungan dari Komisi VIII DPR RI dapat membantu mempercepat realisasi program-program yang selama ini masih terkendala anggaran.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Lisda Hendrajoni. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas pendidikan keagamaan di Tanah Datar,” ungkap H. Amril.
Anggota Fraksi Nasdem tersebut, menyambut baik aspirasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur keagamaan di daerah, termasuk renovasi kantor Kemenag dan penguatan pesantren sebagai basis pendidikan moral dan karakter bangsa.
Pertemuan ditutup dengan dialog interaktif dan sesi foto bersama. Suasana akrab dan penuh kehangatan mencerminkan sinergi positif antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang lebih baik bagi masyarakat Tanah Datar.
Dengan kegiatan seperti ini, Politisi asal Sumatera Barat tersebut, menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai legislator di tingkat nasional, tetapi juga sebagai wakil rakyat yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar, menyerap, dan memperjuangkan aspirasi daerah. (Bee)



















