Ribuan Siswa Terancam Tak Terima PIP, Lisda Hendrajoni: Saya Akan Perjuangkan Hingga Pusat

Penulis -

Senin, 27 Juli 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN, RW – Berkurangnya jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Pesawaran menjadi perhatian serius Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai NasDem, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr. Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.

Lisda menilai penurunan jumlah penerima PIP tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menegaskan akan mengawal aspirasi masyarakat dan berupaya memperjuangkan penambahan kuota kepada pemerintah pusat agar lebih banyak siswa yang berhak dapat kembali memperoleh bantuan pendidikan.

Menurut Lisda, Program Indonesia Pintar memiliki peran strategis dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada berkurangnya penerima manfaat harus menjadi perhatian bersama.

“Kita ingin memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan. Aspirasi masyarakat ini akan saya bawa dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Lisda.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat validasi data calon penerima agar usulan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Ketepatan data dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam penyaluran PIP kepada siswa yang berhak.

Baca Juga :  Wabup Risnaldi Buka Temu Pendidik Nusantara XII. Ibunda Guru Pessel ajak kolaborasi seluruh pihak terkait pendidikan

Lisda menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Karena itu, akses terhadap bantuan pendidikan harus terus diperluas agar tidak ada anak yang terpaksa menghentikan sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.

Ia memastikan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi atas berkurangnya kuota penerima PIP di Pesawaran. Harapannya, semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang dapat kembali memperoleh bantuan sehingga mampu melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang.

Berita Terkait

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR
Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek
Setujui APBD Perubahan 2026, Fraksi Persatuan Bintang Perjuangan DPRD Pessel Ingatkan Pemkab Jangan Sekadar Habiskan Anggaran
Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan
Setujui APBD Perubahan 2026, Fraksi Persatuan Bintang Perjuangan DPRD Pessel Ingatkan Pemkab Jangan Sekadar Habiskan Anggaran
Anggota DPR Masuk Desil 4, Lisda Hendrajoni Soroti Akurasi Data Sosiail
Lisda Hendrajoni Raih Anugerah Bunda Literasi, Perpustakaan Pessel Satu-satunya Kelas A di Sumbar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Serap Aspirasi Karang Taruna, Lisda Hendrajoni : Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Perokok di Rumah Sakit Jadi Sorotan, Pansus DPRD Pessel Perketat Pembahasan Ranperda KTR

Jumat, 25 September 2026 - 18:16 WIB

Raih Nomor Urut 3, Ujang PM Bawa Filosofi Tali Tigo Sapilin untuk Tuik IV Koto Mudiek

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Setujui APBD Perubahan 2026, Fraksi Persatuan Bintang Perjuangan DPRD Pessel Ingatkan Pemkab Jangan Sekadar Habiskan Anggaran

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Lisda Hendrajoni: Empat Pilar Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

Berita Terbaru