Padang, RW – Ada yang menarik dalam suasana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sumatera Barat yang digelar di Hotel Santika Premiere, Padang, Minggu (5/10/2025).
Dalam forum yang dihadiri para kader dan pimpinan daerah partai, suasana tiba-tiba menjadi hangat ketika Ketua Koordinator Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi DPP Partai NasDem, Willy Aditya, memberikan sambutan yang penuh makna.
Dengan nada penuh penghargaan, Willy menyebut nama Hendrajoni—mantan Bupati Pesisir Selatan—sebagai sosok “old soldiers never die”, istilah yang berarti prajurit tua yang semangatnya tak pernah padam.
“Umur boleh bertambah, tapi semangat Pak Hendrajoni justru semakin menyala-nyala,” ujar Willy, disambut tepuk tangan para kader yang hadir.
Pujian itu bukan tanpa alasan. Dalam pandangan Willy, Hendrajoni adalah contoh pemimpin yang tidak hanya berjuang di masa jabatan, tetapi terus menyalakan semangat pengabdian di tengah masyarakat, bahkan setelah melepas jabatan formalnya.

Dalam kesempatan itu, Willy juga menegaskan makna sejati dari kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin harus mampu menyederhanakan persoalan yang rumit dan menjadikan politik sebagai jalan untuk memuliakan banyak orang.
“Partai harus dijadikan rumah ibadah perjuangan kemanusiaan. Politik adalah memuliakan orang banyak melalui kebijakan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Willy mengingatkan seluruh kader NasDem di Sumatera Barat untuk tidak terlalu larut membicarakan soal pemilu.
“Belanda masih jauh, Jepang pun masih jauh. Berhenti bicara pemilu. Yang penting sekarang bagaimana kita memberikan kontribusi terbaik untuk rakyat,” katanya, menekankan pentingnya kerja nyata di lapangan.
Ia juga menutup sambutannya dengan pesan sederhana namun tajam:
“Jago diri, jaga mulut, sikap, dan perilaku—itu yang utama.”
Pesan yang menggema itu menjadi pengingat bahwa dalam dunia politik, semangat dan ketulusan tak pernah mengenal usia. Karena bagi mereka yang berjiwa prajurit sejati—old soldiers never die. (Bee)



















